PROFIL
PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM
GONTOR
Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kepesantrenan
Oleh:
Novita
Loka : 2015.02.021
Fakultas/Prodi
: Tarbiyah/PIAUD
Dosen
Pengampu: Muhyidin, MA
PENDIDIKAN
ISLAM ANAK USIA DINI
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH AL QURAN
AL ITTIFAQIAH
INDRALAYA
OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN
AKADEMIK 2018/2019
PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR
Pondok Modern Darussalam Gontor
Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah
satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo
Jawa Timur.
Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab
dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan
pada 1926,
Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi
politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun.
Cikal bakal Pondok Modern Darussalam
Gontor bermula pada abad ke-18, saat Kyai Ageng Hasan Besari mendirikan Pondok Tegalsari di Desa Jetis Ponorogo Jawa Timur (10 KM ke arah selatan kota
Ponorogo). Pondok Tegalsari sangat termasyhur pada masanya,
sehingga didatangi ribuan santri dari berbagai daerah di pelosok nusantara.
Kepemimpinan Pondok Tegalsari berlangsung selama enam generasi.
|
Pondok
Tegalsari
|
||
|
Periode
|
Nama
|
Keterangan
|
|
Generasi 1
|
Kyai Ageng Hasan Besari
|
w.1760
|
|
Generasi 2
|
Kyai Ilyas
|
|
|
Generasi 3
|
Kyai Hasan Yahya
|
|
|
Generasi 4
|
Kyai Hasan Besari II
|
w. 1862
|
|
Generasi 5
|
Kyai Hasan Anom
|
w. 1873
|
|
Generasi 6
|
Kyai Hasan Khalifah
|
w. 1883
|
Masjid Tegalsari warisan Kyai Ageng
Hasan Besari
Pada pertengahan abad ke-19 yaitu pada masa Kyai Hasan
Khalifah, Pondok Tegalsari mulai mengalami kemunduran. Pada
saat itu, dia mempunyai seorang santri kesayangan bernama R.M. Sulaiman
Djamaluddin, seorang keturunan Keraton Kasepuhan Cirebon. Kyai Hasan Khalifah kemudian menikahkan putri
bungsunya Oemijatin (dikenal dengan Nyai Sulaiman) dengan R.M. Sulaiman
Djamaluddin dan mereka diberi tugas mendirikan pesantren baru untuk meneruskan Pondok Tegalsari, yang di kemudian hari pesantren
baru ini dikenal dengan Pondok Gontor Lama.
Berbekal 40 santri yang dibawa dari Pondok Tegalsari, Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin
bersama istrinya mendirikan Pondok Gontor Lama di sebuah tempat yang terletak ±
3 kilometer sebelah timur Tegalsari dan 11 kilometer ke arah tenggara dari kota
Ponorogo. Pada saat itu, Gontor masih merupakan hutan dan kerap kali
dijadikan persembunyian perampok, penjahat, dan penyamun. Kepemimpinan Pondok
Gontor Lama berlangsung selama tiga generasi:
- Generasi 1: Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin (pendiri Pondok Gontor Lama)
- Generasi 2: Kyai Archam Anom Besari (putra Kyai R.M. Sulaiman)
- Generasi 3: Kyai Santoso Anom Besari (putra Kyai Archam Anom Besari)
Kyai Santoso Anom Besari menikah dengan Rr. Sudarmi,
keturunan R.M. Sosrodiningrat (Bupati Madiun). Kyai Santoso Anom wafat pada
tahun 1918 di usia muda dan meninggalkan 7
anak yang masih kecil. Kepemimpinan Pondok Gontor Lama pun akhirnya berakhir,
Di kemudian hari, tiga dari tujuh putra-putri Kyai Santoso Anom Besari
menghidupkan kembali Pondok Gontor Lama dengan memperbarui dan meningkatkan
sistem serta kurikulumnya.
Setelah menuntut ilmu di berbagai pesantren tradisional dan
lembaga modern, tiga orang putra Kyai Santoso Anom akhirnya kembali ke Gontor
dan pada tanggal 20
September 1926 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345, dalam peringatan
Maulid Nabi SAW, mereka mengikrarkan berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor
(PMDG). Ketiganya dikenal dengan sebutan Trimurti Pendiri Pondok Modern
Darussalam Gontor, yaitu:
Pada tanggal 12 Oktober 1958 bertepatan dengan 28 Rabi’ul Awwal 1378, Trimurti
mewakafkan PMDG kepada Umat Islam. Sebuah pengorbanan kepemilikan pribadi demi
kemaslahatan umat. Pihak penerima amanat diwakili oleh 15 anggota alumni Gontor
(IKPM) yang kemudian menjadi Badan Wakaf PMDG.
Badan Wakaf, pimpinan dan lembaga
Badan
Wakaf
Lembaga tertinggi dalam organisasi Balai Pendidikan Pondok
Modern Darussalam Gontor ialah Badan Wakaf. Badan Wakaf adalah badan legislatif
beranggotakan 15 orang, bertanggung jawab atas segala pelaksanaan dan
perkembangan pendidikan dan pengajaran di PMDG. Anggota Badan Wakaf terdiri
dari alumni KMI PMDG yang dipilih setiap 5 tahun sekali.
Berikut adalah susunan anggota Badan Wakaf PMDG Periode
2014–2019: Ketua: K.H. Kafrawi Ridwan, M.A.
Anggota: K.H. Rusydi Bey Fannani, Dr. K.H. Abdullah
Syukri Zarkasyi,
K.H. Hasan Abdullah
Sahal, K.H.
Akrim Mariyat, K.H. Syamsul Hadi
Abdan, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, K.H. M. Abdul Aziz Asyhuri, K.H.
Muhammad Dawam Saleh, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, K.H. Abdullah Said Baharmus, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Dr. Hidayat Nurwahid, K.H. Masyhudi Subari, dan K.H.
Mohammad Masruh bin Ahmad.
Pimpinan
Untuk tugas dan kewajiban keseharian amanat ini dijalankan
oleh Pimpinan Pondok. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah badan
eksekutif (setelah wafatnya para pendiri Pondok) yang dipilih oleh Badan Wakaf
setiap 5 tahun sekali. Pimpinan Pondok adalah mandataris Badan Wakaf yang mendapatkan amanah untuk menjalankan
keputusan-keputusan Badan Wakaf dan bertanggung jawab kepada Badan Wakaf PMDG.
Pimpinan PMDG, di samping memimpin lembaga-lembaga dan bagian-bagian di Balai
Pendidikan PMDG, juga berkewajiban mengasuh para santri sesuai dengan sunnah
Balai Pendidikan PMDG.
Dalam sidang pertamanya di 1985, sepeninggal Trimurti, Badan Wakaf
menetapkan tiga Pimpinan Pondok untuk memimpin Gontor pasca-Trimurti. Ketiganya
adalah K.H. Shoiman
Luqmanul Hakim,
Dr. K.H. Abdullah
Syukri Zarkasyi,
dan K.H. Hasan Abdullah
Sahal. Pada
tahun 1999, K.H. Shoiman
Luqmanul Hakim
wafat, maka Badan Wakaf menunjuk K.H. Imam Badri sebagai penggantinya. Pada tahun 2006, K.H. Imam Badri wafat dan kemudian digantikan oleh K.H. Syamsul Hadi
Abdan
Saat
ini pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dijabat oleh:
- Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pimpinan sejak 1985)
- K.H. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan sejak 1985)
- K.H. Syamsul Hadi Abdan (Pimpinan sejak 2006)
Lembaga-lembaga
Adapun lembaga-lembaga dan atau bagian-bagian yang dibawahi
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:
- KMI (Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat al-Islamiyah): Lembaga perguruan menengah dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah
- UNIDA (Universitas Darussalam): Lembaga perguruan tinggi pesantren yang mempunyai 7 Fakultas dalam berbagai jenjang S1, S2 dan S3
- Pengasuhan Santri membawahi: Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gugusdepan (Pramuka) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) UNIDA
- YPPWPM (Yayasan Pemeliharaan & Perluasan Wakaf Pondok Modern): Lembaga penggalian dana, pemeliharaan, perluasan dan pengembangan aset
- IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern): Organisasi resmi alumni Gontor
Di samping kelima lembaga di atas, ada bagian-bagian
tertentu yang dibentuk untuk memperlancar proses pendidikan dan pengajaran di
Pondok, yaitu:
- PLMPM (Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat): pembinaan masyarakat
- BPPMDG (Bagian Pembangunan Pondok Modern Darussalam Gontor): penangangan pergedungan
- Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren) "La Tansa": unit-unit usaha milik Pondok
- BKSM (Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat): unit pelayanan kesehatan santri dan masyarakat
Sintesis
dan orientasi
Sintesis dan orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor
meliputi semua nilai-nilai kepondokkan yang terpadu dan dinamis.
Pondok Modern Darussalam Gontor bercermin pada
lembaga-lembaga pendidikan internasional terkemuka guna mewujudkan sebuah
lembaga pendidikan berkualitas. Empat lembaga pendidikan yang menjadi sintesis
Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:
- Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memiliki wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia, dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar dari berbagai belahan dunia untuk belajar di Universitas tersebut.
- Aligarh, terletak di India yang memiliki perhatian sangat besar terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran.
- Syanggit, di Mauritania, yang dihiasi kedermawanan dan keihlasan para pengasuhnya.
- Santiniketan, di India, dengan segenap kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya.
Orientasi
Orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor adalah membentuk
pribadi beriman, bertakwa, dan berakhlak karimah yang dapat mengabdi pada umat
dengan penuh keihlasan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat. Maka
PMDG mencanangkan bahwa "Pendidikan lebih penting dari Pengajaran".
Secara Garis besar arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern
Darussalam Gontor adalah:
- Pendidikan Kemasyarakatan
- Kesederhanaan
- Tidak Berpartai
- Menuntut ilmu karena Allah
Jenjang pendidikan
KMI (Kulliyatul Mu'allimin/Mu'allimat
Al-Islamiyyah)
- Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putra tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. KMI didirikan pada 19 Desember 1936, setelah Pondok Modern Darussalam Gontor berusia 10 tahun.
- Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putri tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Pendirian KMI Pondok Gontor Putri merupakan wasiat para Pendiri PMDG. Maka sesuai keputusan Badan Wakaf PMDG, pada tanggal 7 Rabiul Awwal 1411, Pondok Modern Gontor Putri resmi didirikan di Mantingan, Ngawi. Pesantren putri ini berjarak 100 km dari Pondok Modern Gontor. Kurikulum dan program pembelajaran Gontor Putri serupa dengan KMI Gontor, dengan penyesuaian pada muatan lokal dan penekanan pada pembekalan santriwati untuk menjadi wanita shalihah.
Universitas Darussalam
Universitas Darussalam (UNIDA) adalah Perguruan Tinggi yang
bersifat Pesantren di mana seluruh mahasiswa berada di dalam asrama kampus di
bawah bimbingan rektor (sebagai kyai). UNIDA didirikan pada pada 1 Rajab 1383 /
17 November 1963 oleh Trimurti PMDG dan di bawah pengelolaan Badan Wakaf
Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat ini Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A menjabat sebagai Rektor dan
mengelola berbagai fakultas dalam berbagai strata pendidikan, yaitu:
- Fakultas Ushuluddin: Perbandingaķn Agama, Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu al-Quran dan Tafsir
- Fakultas Tarbiyah: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab
- Fakultas Syariah: Perbandingan Madzhab dan Hukum, Hukum Ekonomi Islam
- Fakultas Ekonomi dan Manajemen: Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis
- Fakultas Humaniora: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi
- Fakultas Ilmu Kesehatan: Farmasi, Ilmu Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Fakultas Sains dan Teknologi: Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian
Kurikulum
Materi kependidikan
Keimanan, Keislaman, Akhlak Karimah, Keilmuan, Kewarganegaraan,
Kesenian & Keterampilan, Kewirausahaan, Dakwah & Kemasyarakatan,
Kepemimpinan, Manajemen, Keguruan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan
Kewanitaan (khusus pesantren putri)
Program pendidikan
- Intra Kurikuler: Dirasah Arabiyah (Arabic Studies), Dirasah Islamiyah (Islamic Studies), Keguruan, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kewarganegaraan (Keindonesiaan)
- Ko Kurikuler: Ibadah amaliyah sehari-hari, Extensive Learning (belajar tutorial), kajian kitab, pembinaan bahasa asing, pidato/diskusi 3 bahasa, penerbitan, seminar, dll.), Praktik dan Bimbingan (mengajar, etiket/sopan santun, dakwah)
- Ekstra Kurikuler: Latihan dan praktik berorganisasi (leadership, administrasi dan manajemen), latihan dan kursus-kursus (kepramukaan, keterampilan, kesenian, kesehatan, pidato/ diskusi 3 bahasa, olahraga, koperasi dan kewirausahaan, & sadar lingkungan), dinamika kelompok wajib & atau pilihan/minat
Pondok cabang dan pondok alumni
Pondok cabang
Mengingat tingginya minat masyarakat untuk memasukkan
anaknya di Gontor dan keterbatasan fasilitas yang tersedia di Kampus Pondok
Modern Darussalam Gontor serta untuk memberikan bekal yang lebih baik kepada
para calon santri yang ingin masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor, akhirnya
dibuka cabang-cabang Gontor di beberapa tempat
- Pondok Modern Gontor 2 Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 3 "Darul Ma’rifat" Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 4 (Putri) terdiri dari:
- Pondok Modern Gontor Putri 1 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 2 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 3 Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 4 Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
- Pondok Modern Gontor Putri 5 Dusun Bobosan, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor Putri 6 "Ittahadul Ummah" Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
- Pondok Modern Gontor Putri 7 Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau
- Pondok Modern Gontor 5 "Darul Muttaqien" Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 6 "Darul Qiyam" Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur
- Pondok Modern Gontor 7 "Riyadhatul Mujahidin" Desa Pudahoa, Kecamatan Landono, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara
- Pondok Modern Gontor 8 Desa Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung
- Pondok Modern Gontor 9 Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
- Pondok Modern Gontor 10 "Darul Amien" Desa Meunasah Baro, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
- Pondok Modern Gontor 11 Talago Loweh, Desa Bubuh Limau, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
- Pondok Modern Gontor 12 Desa Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi
- Pondok Modern Gontor 13 "Ittihadul Ummah" Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
- Pondok Modern Gontor 14 Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau
Pondok alumni
Pesantren alumni Gontor tersebar di seluruh nusantara dan
tergabung dalam Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor. Menurut K.H. Hasan Abdullah
Sahal, saat
bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres pada 10 Maret
2016, Pesantren Alumni Gontor yang sudah terdata berjumlah 380 pesantren dan masih
banyak lagi yang belum terdata. Saat ini FPA Gontor diketuai oleh Dr. K.H. Zulkifli Muhadli.
Alumni
|
|
|
Komponen
|
Biaya (Rp)
|
|
Uang Pangkal Masuk KMI
|
1.700.000
|
|
Uang Penambahan Bangunan Baru
|
850.000
|
|
Uang Kepanitiaan Awal Tahun
Ajaran
|
210.000
|
|
Uang Kertas (1 tahun sekali)
|
370.000
|
|
Uang Majalah Gontor (1 tahun
sekali)
|
270.000
|
|
Uang Kesehatan
|
290.000
|
|
Pembangunan Menara Masjid
PMDG
|
600.000
|
|
Iuran Makan (setiap bulan)
|
310.000
|
|
Iuran Sekolah dan Asrama (setiap
bulan)
|
300.000
|
|
Pembayaran Organisasi dan Pramuka
|
335.000
|
|
TOTAL
|
5.235.000
|
Biaya
Pendidikan untuk Santri Putri
|
Komponen
|
Biaya (Rp)
|
||
|
Uang Pangkal Masuk KMI
|
1.700.000
|
||
|
Uang Penambahan Bangunan Baru
|
850.000
|
||
|
Uang Kepanitiaan Awal Tahun
Ajaran
|
210.000
|
||
|
Uang Kertas (1 tahun sekali)
|
370.000
|
||
|
Uang Majalah Gontor (1 tahun
sekali)
|
270.000
|
||
|
Uang Kesehatan
|
290.000
|
||
|
Pembangunan Menara Masjid
PMDG
|
600.000
|
||
|
Iuran Makan (setiap bulan)
|
310.000
|
||
|
Iuran Sekolah dan Asrama (setiap
bulan)
|
300.000
|
||
|
Pembayaran Organisasi dan Pramuka
|
335.000
|
|
|
|
TOTAL
|
5.235.000
|
||
Syarat Pendaftaran
Untuk tahun
ajaran 2018/2019 ini, Pondok Gontor telah membuka pendaftaran siswa/siswi baru
dengan syarat-syarat:
- Menyerahkan 2 lembar fotokopi STTB terakhir atau Surat Keterangan Lulus yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
- Berbadan sehat dengan surat keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor.
- Menyerahkan pas foto berwarna dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar dan 3 x 4 sebanyak 2 lembar (putra); dan pas foto berjilbab putih, berlatar belakang biru, berukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar dan 3 x 4 sebanyak 8 lembar (putri).
- Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran.
- Menyerahkan 1 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putra); dan 3 lembar fotokopi Akta Kelahiran (putri).
- Menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP wali santri/yang mewakilinya (khusus putra).
- Menyerahkan 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga (khusus putri).
- Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan.
Jadwal Pendaftaran dan Informasi Kontak
Pendaftaran siswa baru di Pondok
Pesantren Gontor dibagi menjadi dua tahap untuk santri putra dan satu tahap
untuk santri putri. Berikut informasi teranyar jadwal pendaftaran santri baru
di Pondok Pesantren Gontor tahun akademik 2018/2019.
|
Santri
|
Jadwal
Pendaftaran
|
|
Putra
|
Tahap
Pertama : 8-12 Juni 2018
|
|
Tahap
Kedua : 18-24 Juni 2018
|
|
|
Putri
|
19-28
Juni 2018
|
Untuk informasi
lebih lengkap anda bias menghubungi no. telepon berikut ini (0352) 312709 untuk
santri putra, dan untuk santri putri di nomor 0821 4077 7038 atau ke kantor
sekretaris pimpinan melalui nomor (0352) 311 766.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PONDOK PESANTREN
MODERN GONTOR
KELEBIHAN
1. Penguasaan
bahasa asing
2. Kegiatan
ekstrakulikuler yang bermacam-macam
3. Sarana
prasarana yang memadai
4. Belajar
mandiri dan berorganisasi
5. Pelajaran
umum yang terjaga
KEKURANGAN
1. Pertemuan
dengan orangtua sangat terbatas
2. Biaya
yang relatif mahal
REFERENSI:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar