ASESMEN PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
ANAK USIA DINI

Tugas
Kelompok Mata Kuliah Asesmen Perkembangan AUD
Oleh
Kelompok 8 :
Novita
Loka 2015.02.021
Sohiba 2015.02.033
Sohiba 2015.02.033
Dosen Pengampu:
Muharrohman, M. Pd.I
PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN
AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2018-2019
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dunia pendidikan sudah pasti tidak terlepas dari
proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar pun juga memiliki tolak
ukur sendiri apakah pembelajaran berjalan dengan baik ataukah tidak. Setiap
jenjang pendidikan memiliki penilaian yang berbeda-beda. Baik dari sisi lembaga
maupun dari siswanya.
Hal di atas juga sama halnya dengan yang ada di
pendidikan anak usia dini. Dalam PAUD setiap tahap usia memiliki tahap
perkembangan yang berbeda-beda. Tahap perkembangan AUD juga merupakan salah
satu proses yang akan dinilai. Sehingga, hasil dari proses perkembangan
tersebut akan dinilai atau diasesmen sesuai dengan prosedurnya.
Anak usia dini memiliki enam aspek perkembangan,
yakni nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, dan seni. Setiap aspek
tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan
individu si anak. apakah anak tersebut sudah berkembang sesuai harapan, ataukah
perkembangannya belum muncul sama sekali. Untuk itulah manfaat dari asesmen
perkembangan AUD.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai asesmen
perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Untuk lebih lanjut mari kit
abaca dan diskusikan bersama.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
asesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini?
2. Bagaimana
tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui asesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini.
2. Untuk
mengetahui tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asesmen
Asesmen sebagai upaya penyedia informasi untuk
perbaikan mutu berkelanjutan, dan berkaitan dengan setiap komponen pendidikan.[1] Komponen
asesmen ada tiga, yakni mengumpulkan dan mencatat atau merekam informasi
tentang perkembangan anak, menginterpretasi dan mengevaluasi semua informasi
yang diperolah.[2]
Asesmen digunakan untuk beragam tujuan, yakni[3]:
1. Untuk
mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual.
2. Untuk
mendiagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah
belajar anak.
3. Untuk
memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak.
4. Untuk
membuat perencanaan program
5. Untuk
mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan anak.
6. Untuk
kajian penelitian.
Kata asesmen sama halnya dengan
evaluasi. Yakni menilai dengan tujuan untuk memberikan umpan balik dan berguna
untuk memperbaiki objek yang sedang diteliti atau dinilai.[4]
Dalam mengasesmen dan mengevaluasi juga memiliki teknik yang sama. Teknik
asesmen perkembangan anak usia dini ada banyak sekali contohnya ceklist,
catatan anekdot, dan sebagainya. Sedangkan teknik evaluasi ada dua macam yakni
tes dan non tes. Contohnya rating scale, ceklist, dan sebagainya. Hal ini
tentunya dilakukan dengan tujuan di atas, yakni menjadikan umpan balik dari
output yang ada. Hanya saja, asesmen bias dilakukan setiap saat. Sedangkan
evaluasi dilakukan dalam kurun waktu tertentu.[5]
B. Perkembangan Sosial Emosional Anak
Usia Dini[6]
Perkembangan sosial dan emosi pada anak merupakan
kondisi emosi dan kemampuan anak merespon lingkungannya di usia sebelumnya.
Para ahli juga sepakat bahwa perkembangan sosial-emosional anak bertujuan untuk
mengetahui bagaimana dirinya, bagaimana cara berhubungan dengan orang lain
yaitu teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya. Bertanggung jawab akan
diri sendiri maupun orang lain dan berperilaku sesuai dengan pro sosial.
Hurlock mengungkapkan bahwa
perkembangan sosial merupakan kemampuan[7]
berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial dan menjadi individu yang mampu
bermasyarakat. Untuk menjalani kehidupan bermasyarakat diperlukan 3 proses
yaitu:
1.
Belajar
untuk bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima di dalam bermasyarakat.
2.
Belajar
bagaimana memainkan peran sosial dalam bermasyarakat.
3.
Mengembangkan
sikap dan tingkah laku terhadap individu lain dan aktivitas sosial
bermasyarakat.
Setiap individu pada hakikatnya akan
mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan nonfisik yang meliputi aspek-aspek
intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, dan sebagainya.[8]
Kehidupan seseorang pada umumya penuh dorongan dan minat untuk mencapai
sesuatu. Perjalanan hidup masing-masing individu tentu berbeda-beda.
Keluarga memiliki peranan penting
dalam membentuk kepribadian anak dalam perkembangannya. Ketika keluarga
tersebut bersifat otoriter maka perkembangan sosial dan emosional anak juga
akan berpengaruh. Contohnya, ketika disekolah anak suka menyendiri, ragu-ragu
di dalam semua tindakan dan sebaginya. Hal ini tentu akan menghambat
perkembangan sosial dan emosional anak. untuk itu, selain lingkungan bermain,
kelarga juga merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perkembangan anak.[9]
C.
Asesmen
Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Asesmen untuk anak usia dini sangatlah berbeda
karakteristiknya dengan asesmen untuk anak berusia di atasnya. Strategi asesmen
untuk anak usia dini harus sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perkembangan
anak usia dini bersifat cepat sehingga dibutuhan suatu asesmen untuk melihat
apakah anak berkembang secara wajar atauhkah tidak. Ini menunjukkan bahwa sejak
masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan
senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan
berkesinambungan.[10]
Dalam melakukan asesmen perlu adanya perencanaan.
Adapun perencanaan dalam asesmen adalah sebagai berikut[11]:
1. Menetapkan
tujuan yang spesifik, bersifat reliable dan
valid.
2. Mempersiapkan
berbagai sumber atau informasi yang beragam.
3. Melibatkan
keluarga dalam mendapatkan informasi anak.
4. Fair
dan sesuai dengan kebutuhan anak.
5. Merencanakan
asesmen yang otentik.
Banyak metode yang dilakukan dalam mengasesmen
perkembangan sosial dan emosional anak, yakni sebagai berikut:
1. Observasi
2. Konferensi
dengan para guru
3. Survey
4. Interview
orang tua.
1. Observasi
Contoh jenis hasil
observasi:
Subjektif
|
Objektif
|
Kurang
lengkap
|
Siti
adalah seorang anak perempuan yang berusia 4 tahun yang ceria dan berambut
panjang.
|
Siti
adalah anak perempuan yang berusia 4 tahun keturunan Jambi.
|
Siti
adalah seorang anak perempuan.
|
2. Catatan
anekdot.
Contohnya:
Pengamatan
terhadap Ahmad
|
|
Perkembangan
fisik
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
Perkembangan
sosial
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
Perkembangan
emosional
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
Kreativitas
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
Perkembangan
bahasa:
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
Penemuan
dan pemikiran
Pengamat/tanggal:
Keterangan
pengamat:
|
3.
Running
record
Contohnya:
Nama
anak : Aisyah
Tanggal:
11 November 2018
Lokasi:
taman bermain
|
||
Waktu
|
kejadian
|
komentar
|
8.20
|
Aisyah
memperhatikan teman-temannya main kejar-kejaran
|
Tertarik
untuk ikut main kejar-kejaran dengan teman
|
8.25
|
Aisyah
memanggil temannya Isa “Sedang main apa?” Isa menjawab, “sedang merebut bola.
Aku tadi bias mengambil bola dibawa lari Siti” aku juga bias lari cepat.
|
Aisyah
senang berlari cepat.
|
D.
Tahap
Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Adapun beberapa tahapan perkembangan
sosial anak usia dini sesuai tingkatan usianya yaitu:
1. Tahap 0-18
Bulan
Ini
merupakan masa perkembangan awal, bayi memperlihatkan rasa aman dalam
keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan. Untuk membangun
dasar kepercayaan tersebut maka pemenuhan kebutuhan bayi perlu dilakukan secara
teratur. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan terhadap makanan, kebersihan
(mandi dan sebagainya). Di samping itu diperlukan juga cara-cara penanganan
dalam merawat bayi.
2. Tahap 18
Bulan Sampai 3 Tahun
Pada tahun pertama kehidupan manusia
sangat penting bagi perkembangan anak. Anak mulai mengembangkan kemampuan
motorik panca indra, visual dan auditori yang distimulasikan melalui lingkungan
sekitarnya. Perkembangan sosial merupakan perkembangan tingkah laku pada anak
dimana anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam
lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, perkembangan sosial merupakan proses
belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam
sebuah kelompok.
Pada tahapan ini juga akan timbul
rasa percaya diikuti dengan perkembangan fisik, kognitif dan bahasa. Anak akan
mulai bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya dan pada tahapan ini
juga mereka akan merasakan kebebasannya.
Pada tahapan ini biasanya anak akan
mulai peka dengan sesuatu yang benar dan yang salah dan diperlihatkan dalam
bentuk rasa malu. Andil orang tua sangat diperlukan dalam mengarahkan dan
mengawasi perkembangan psikososial anak dalam tahapan ini. Kontrol yang terlalu
ketat akan menyebabkan anak tidak berkembang sedangkan kontrol yang
terlalu longgar juga akan membuat anak kurang peka terhadap mana yang benar dan
mana yang salah.
3. Tahap 3-6
Tahun
Perkembangan sosial mulai agak
kompleks ketika anak menginjak usia 3 tahun dimana anak mulai memasuki ranah
pendidikan yang paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Pada masa ini anak
belajar bersama teman-teman di luar rumah. Anak sudah mulai bermain bersama
teman sebaya. Tahap ini bisa disebut juga dengan tahap belajar sosial melalui
perkembangan kognitif.
Pada anak usia taman kanak-kanak
(4-6 tahun) perkembangan sosial sudah mulai berjalan. Hal ini tampak dari
kemampuan mereka dalam melakukan kegiatan secara berkelompok. Kegiatan bersama
berbentuk seperti sebuah permainan. Tanda-tanda perkembangan pada
tahap ini adalah:
a.
Anak
mulai mengetahui aturan-aturan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam
lingkungan bermain.
b.
Sedikit
demi sedikit anak sudah mulai tunduk pada peraturan.
c.
Anak
mulai mengetahui hak atau kepentingan orang lain.
d.
Anak
mulai terbiasa bermain bersama anak-anak lain atau teman sebaya.
Emosi sebagai perasaan timbul
ketika seseorang berada dalam suatu keadaan yang dianggap penting oleh individu
tersebut. Emosi diwakili oleh perilaku yang mengekspresikan kenyamanan atau
ketidaknyamanan terhadap keadaan atau interaksi yang sedang dialami. Emosi
dapat berbentuk rasa senang, takut, marah, dan sebagainya.
Karakteristik emosi pada anak
berbeda dengan karakteristik yang terjadi pada orang dewasa, dimana
karakteristik emosi pada anak itu antara lain:
a.
Berlangsung
singkat dan berakhir tiba-tiba.
b.
Terlihat
lebih hebat atau kuat.
c.
Bersifat
sementara atau dangkal.
d.
Lebih
sering terjadi.
e.
Dapat
diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.
f.
Reaksi
mencerminkan individualitas.
Perkembangan emosi pada masa
kanak-kanak awal ditandai dengan munculnya emosi yang disadari rasa bangga,
malu, dan rasa bersalah, dimana munculnya emosi ini menunjukkan bahwa anak
sudah mulai memahami dan menggunakan peraturan dan norma sosial untuk menilai
perilaku mereka. Berikut penjelasan dari 3 emosi tersebut:
1.
Rasa bangga
Perasaan ini akan muncul ketika anak
merasakan kesenangan setelah sukses melakukan perilaku tertentu. Rasa bangga
sering digambarkan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu.
2.
Malu
Perasaan ini muncul ketika anak
menganggap dirinya tidak mampu memenuhi standar atau target tertentu. Anak yang
sedang malu sering kali berharap mereka bisa bersembunyi atau menghilang dari
situasi tersebut. Secara fisik anak seolah ingin menghindar dari tatapan orang
lain. Biasanya rasa malu lebih disebabkan oleh interpretasi individu terhadap
kejadian tertentu.
3.
Rasa bersalah
Rasa ini akan muncul ketika anak
menilai perilakunya sebagai sebuah kegagalan. Dan dalam mengekspresikan
perasaan ini biasa anak terlihat seperti melakukan gerakan-gerakan tertentu
seakan berusaha menggambarkan perasaan tersebut.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Asesmen
perkembangan pada anak usia dini sangatlah berbeda dengan asesmen perkembangan
pada anak yang berusia di atasnya. Karena, perkembangan pada anak usia 0-6
tahun memiliki karakteristik yang berbeda. Perkembangan pada anak usia dini
juga mengalami perubahan yang cepat.
Dalam
mengasesmen perkembangan anak usia dini khususnya perkembangan sosial dan
emosionalnya, kita harus memiliki perencanaan yang matang. Adapun cara atau
metode yang digunakan dalam mengasesmen perkembangan sosial emosional anak usia
dini bias dilakukan dengan berbagai cara, baik metode ceklist, catatan anekdot,
observasi, survey dan sebagainya.
B.
Saran
Demikianlah
makalah ini disusun. Penulis menyadari akan kekurangan dalam penulisan ini.
Untuk itu, penulis mengharapkan supaya adanya kritik dan saran yang membangun
dari pembaca guna perbaikan dari makalah ini. Sehingga makalah ini akan menjadi
sumber belajar yang tepat dalam mengasesmen perkembangan sosial emosional anak
usia dini.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,
Abu. 2007. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Daryanto. 2008. Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Daryanto. 2012. Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Desmita.
2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya
https://dosenpsikologi.com, diakses pada 11 November 2018 pukul
10.00 WIB
http://repository.ut.ac.id,
diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
Sunarto
dan agung hartono. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta:
Rineka Cipta
Yusuf Muri. 2015. Asesmen
dan Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Kencana
LAMPIRAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN
ANAK USIA 4-5 TAHUN DAN 5-6 TAHUN DAN PERTANYAAN SAAT DISKUSI BERSAMA
1.
Bagaimana
mengatasi emosi anak ketika ia merasa bersalah dan sebagainya?
2.
Jelaskan
asesmen perkembangan sosem anak!
3.
Metode
apa yang paling tepat dan rinci ketika akan mengasesmen sosem anak?
Jawaban:
1.
Cara
mengatasi emosi anak yang merasa bersalah akan sesuatu maka kita selaku
orangtua dan guru hendaknya memotivasi si anak serta memberikan reward dan
pujian ketika anak sudah mau melakukan sesuatu lagi. Karena anak sangat
menyukai berbagai pujian baik kepadanya.
2.
Asesmen
perkembangan sosem anak artinya penilaian perkembangan sosial emosional anak.
dalam asesmen ini ada banyak sekali metode yang digunakan. Hanya saja,
tergantung guru dari kelas itu sendiri ingin memakai metode apa, entah metode
rating scale, catatan anekdot, catatan rekama, dan sebagainya.
3.
Ketika
ingin mengasesmen secara menyeluruh atau sehari langsung diasesmen semua maka metode
yang tepat adalah metode ceklist. Namun, untuk metode yang akan dilakukan
ketika asesmen anak per individu dengan bergiliran metode yang tepat adalah
metode running record atau catatan rekaman anak dari ia dating ke sekolah
sampai pulang sekolah
PENCAPAIAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN
|
|
NILAI AGAMA DAN MORAL
FISIK MOTORIK
A.Motorik kasar
|
1. Mengetahui agama yang dianutnya.
2. Meniru gerakan beribadah dengan
urutan yang benar
3. Mengucapkan doa sebelum dan/ atau
sesudah melakukan sesuatu
4. Mengenal perilaku baik/ sopan
dan buruk
5. Membiasakan diri berperilaku baik
6. Mengucap salam dan membalas salam
1. Menirukan gerakan binatang, pohon yang tertiup angin ,
pesawat terbang, dsb
2. Melakukan gerakan menggantung (bergelayut)
3. Melakukan gerakan melompat, meloncat, dan berlari secara
terkoordinasi
4. Melempar sesuatu secara terarah
5. Menangkap sesuatu secara tepat
6. Melakukan gerakan antisipasi
7. Menendang sesuatu secra terarah
8. Memanfaatkan alat permainan diluar kelas
|
FISIK MOTORIK
B.Motorik halus
C.Kesehatan dan perilaku keselamatan
III KOGNITIF
A,Belaajar pemecahan masalah
|
1. Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/
kanan, miringkiri/kanan, dan lingkaran
2. Menjiplak bentuk
3. Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan
gerakan yang rumit
4. Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu
bentuk dengan menggunakan berbagai media
5. Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan
berbagai media
6. Mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus
(menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, memeras)
1. Berat badan sesuai tingkat usia
2. Tinggi badan sesuai tingkat usia
3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
5. Menggunakan toilet (penggunaan air, membersihkan diri)
dengan bantuan minimal
6. Memahami berbagai alam bahaya (kebakaran, banjir,
gempa)
7. Mengenal rambu lalu lintas yang ada di jalan
1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan
menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)
2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan
sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial
3. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam
konteks yang baru
4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah
(ide, gagasan di luar kebiasaan
|
B.Berpikir Logis
c. Berpikir Simbolik
|
1. Mengklasifikasikan benda bersdasarkan fungsi, bentuk
atau warna atau ukuran
2. Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan
dirinya
3. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang
sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi
4. Mengenal pola (misal, AB-AB dan ABC-ABC) dan
mengulanginya
5. Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau
warna
1. Membilang banyak benda satu sampai sepuluh
2. Mengenal konsep bilangan
3. Mengenal lambang bilangan
4. Mengenal lambang huruf
|
IV
BERBAHA
SA
A.Memahami Bahasa
B.Mengungkapkan Bahasa
C.Keaksaraan
|
1. Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa
lainnya)
2. Mengerti dua perintah yang diberikan secara bersamaan
3. Memahami cerita yang dibacakan
4. Mengenal pembendaharaan kata mengenai kata sifat
(nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek,dsb)
5. mendengarkan dan membedakan bunyi-bunyian dalam Bahasa
Indonesia (contoh,bunyi, dan ucapan harus sama).
1. Mengulang kalimat sederhana
2. Bertanya dengan kalimat yang benar
3. Menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan
4. Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang,
nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek,dsb)
5. Menyebutkan kata-kata yang dikenal
6. Mengutarakan pendapat kepada orang lain
7. Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diingkan atau
ketidaksetujuan
8. menceritakan kembali cerita atau dongeng yang pernah
didengar
9. Memperkaya pembendaharaan kata
10. Berpartisipasi dalam percakapan
1. Mengenal simbol-simbol
2. Mengenal suara-suara hewan/ benda yang berada
disekitarnya
3. Membuat coretan yang bermakna
4. Meniru (menuliskan dan mengucapkan ) A-Z
|
Sosial emosional
A.Kesadaran diri
B. Rasa tanggung jawab untuk diri
sendiri dan orang lain
C. Perilaku Prososial
|
1. Menunjukan sifat mandiri dalam memilih kegiatan
2. Mengendalikan perasaan
3. menunjukan rasa percaya diri
4. memahami peraturan dan disiplin
5. memiliki sifat gigih (tidak mudah menyerah)
6. Bangga terhadap hasil karya mandiri
1. Menjaga diri sendiri dari lingkungannya
2. menghargai keunggulan orang lain
3. Mau berbagi, menolong, dan membantu teman
1. Menunjukan antusiasme dalam melakukan permainan
kompetitif secara positif
2. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan
3. Menghargai orang lain
4. Menunjukkan rasa empat
|
VI. Seni
A. Anak mampu menikmati berbagai
alunan lagu atau suara
BTertarik dengan kegiatan seni
|
1. Senang mendengarkan berbagai macam musik atau lagu
kesukaannya
2. Memainkan alat musik/instrumen/benda yang dapat
membentuk irama yang teratur
1. Memilih jenis lagu yang disukai
2. Bernyannyi sendiri
3. Menggunakan imajinasi untuk mencerminkan perasaan dalam
sebuah peran
4. Membedakan peran fantasi dan kenyataan
5. menggunakan dialog, perilaku, dan berbagai materi dalam
menceritakan suatu cerita
6. Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi
7. Menggambarkan objek di sekitarnya
8. Membentuk berdasarkan objek yang dilihatnya (mis.
Dengan plastisin, tanah liat)
9. Mendeskripsikan sesuatu (seperti binatang) dengan
ekspresif yang berirama (contoh,anak menceritakan gajah dengan gerak dan
mimik tertentu)
10. Mengkombinasikan berbagai warna ketika menggambar atau
mewarnai.
|
STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK (STPPA)
PAUD KURIKULUM 2013
PERMENDIKBUD NO 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN
I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL
1. Mengenal agama yang dianut
2. Mengerjakan ibadah
3. Berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, dsb
4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
5. Mengetahui hari besar agama
6. Menghormati (toleransi) agama orang lain
II. FISIK MOTORIK
A. Motorik Kasar
1. Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan
2. Melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
3. Melakukan permainan fisik dengan aturan
4. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri
5. Melakukan kegiatan kebersihan diri
B. Motorik Halus
1. Menggambar sesuai gagasannya
2. Meniru bentuk
3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar
5. Menggunting sesuai dengan pola
6. Menempel gambar dengan tepat
7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci
C. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan
1. Berat badan sesuai tingkat usia
2. Tinggi badan sesuai standar usia
3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
5. Menutup hidung dan mulut (misal, ketika batuk dan bersin)
6. Membersihkan, dan membereskan tempat bermain
7. Mengetahui situasi yang membahayakan diri
8. Memahami tata cara menyebrang
9. Mengenal kebiasaan buruk bagi kesehatan (rokok, minuman keras)
III. IIIKOGNITIF
A. Belajar dan Pemecahan Masalah
1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)
2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial
3. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru
4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan)
B. Berpikir Logis
1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: “lebih dari”; “kurang dari”; dan “paling/ter”
2. Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-pura seperti burung”)
3. Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
4. Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)
5. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)
6. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi
7. Mengenal pola ABCD-ABCD
8. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya
C. Berpikir Simbolik
1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10
2. Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung
3. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan
4. Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan
5. Merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan (ada benda pensil yang diikuti tulisan dan gambar pensil)
IV. BAHASA
A. Memahami Bahasa
1. Mengerti beberapa perintah secara bersamaan
2. Mengulang kalimat yang lebih kompleks
3. Memahami aturan dalam suatu permainan
4. Senang dan menghargai bacaan
B. Mengungkapkan Bahasa
1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
2. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama
3. Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung
4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan)
5. Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain
6. Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan
7. Menunjukkkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita
C. Keaksaraan
1. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal
2. Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya
3. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama.
4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
5. Membaca nama sendiri
6. Menuliskan nama sendiri
7. Memahami arti kata dalam cerita
V. SOSIAL EMOSIONAL
A. Kesadaran Diri
1. Memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi
2. Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal (menumbuhkan kepercayaan pada orang dewasa yang tepat)
3. Mengenal perasaan sendiri dan mengelolanya secara wajar (mengendalikan diri secara wajar)
B. Rasa Tanggungjawab Diri Sendiri dan Orang lain
1. Tahu akan hak nya
2. Mentaati aturan kelas (kegiatan, aturan)
3. Mengatur diri sendiri
4. Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri
C. Perilaku Prososial
1. Bermain dengan teman sebaya
2. Mengetahui perasaan temannya dan merespon secara wajar
3. Berbagi dengan orang lain
4. Menghargai hak/pendapat/karya orang lain
5. Menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menyelesaikan masalah (menggunakan fikiran untuk menyelesaikan masalah)
6. Bersikap kooperatif dengan teman
7. Menunjukkan sikap toleran
8. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedih-antusias dsb)
9. Mengenal tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat
VI. SENI
A. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara
1. Anak bersenandung atau bernyanyi sambil mengerjakan sesuatu
2. Memainkan alat musik/instrumen/benda bersama teman
B. Tertarik dengan kegiatan seni
1. Menyanyikan lagu dengan sikap yang benar
2. Menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu
3. Bermain drama sederhana
4. Menggambar berbagai macam bentuk yang beragam
5. Melukis dengan berbagai cara dan objek
6. Membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan (kertas, plastisin, balok, dll)
PERMENDIKBUD NO 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN
I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL
1. Mengenal agama yang dianut
2. Mengerjakan ibadah
3. Berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, dsb
4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
5. Mengetahui hari besar agama
6. Menghormati (toleransi) agama orang lain
II. FISIK MOTORIK
A. Motorik Kasar
1. Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan
2. Melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
3. Melakukan permainan fisik dengan aturan
4. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri
5. Melakukan kegiatan kebersihan diri
B. Motorik Halus
1. Menggambar sesuai gagasannya
2. Meniru bentuk
3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar
5. Menggunting sesuai dengan pola
6. Menempel gambar dengan tepat
7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci
C. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan
1. Berat badan sesuai tingkat usia
2. Tinggi badan sesuai standar usia
3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
5. Menutup hidung dan mulut (misal, ketika batuk dan bersin)
6. Membersihkan, dan membereskan tempat bermain
7. Mengetahui situasi yang membahayakan diri
8. Memahami tata cara menyebrang
9. Mengenal kebiasaan buruk bagi kesehatan (rokok, minuman keras)
III. IIIKOGNITIF
A. Belajar dan Pemecahan Masalah
1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)
2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial
3. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru
4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan)
B. Berpikir Logis
1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: “lebih dari”; “kurang dari”; dan “paling/ter”
2. Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-pura seperti burung”)
3. Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
4. Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)
5. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)
6. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi
7. Mengenal pola ABCD-ABCD
8. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya
C. Berpikir Simbolik
1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10
2. Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung
3. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan
4. Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan
5. Merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan (ada benda pensil yang diikuti tulisan dan gambar pensil)
IV. BAHASA
A. Memahami Bahasa
1. Mengerti beberapa perintah secara bersamaan
2. Mengulang kalimat yang lebih kompleks
3. Memahami aturan dalam suatu permainan
4. Senang dan menghargai bacaan
B. Mengungkapkan Bahasa
1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
2. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama
3. Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung
4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan)
5. Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain
6. Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan
7. Menunjukkkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita
C. Keaksaraan
1. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal
2. Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya
3. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama.
4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
5. Membaca nama sendiri
6. Menuliskan nama sendiri
7. Memahami arti kata dalam cerita
V. SOSIAL EMOSIONAL
A. Kesadaran Diri
1. Memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi
2. Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal (menumbuhkan kepercayaan pada orang dewasa yang tepat)
3. Mengenal perasaan sendiri dan mengelolanya secara wajar (mengendalikan diri secara wajar)
B. Rasa Tanggungjawab Diri Sendiri dan Orang lain
1. Tahu akan hak nya
2. Mentaati aturan kelas (kegiatan, aturan)
3. Mengatur diri sendiri
4. Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri
C. Perilaku Prososial
1. Bermain dengan teman sebaya
2. Mengetahui perasaan temannya dan merespon secara wajar
3. Berbagi dengan orang lain
4. Menghargai hak/pendapat/karya orang lain
5. Menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menyelesaikan masalah (menggunakan fikiran untuk menyelesaikan masalah)
6. Bersikap kooperatif dengan teman
7. Menunjukkan sikap toleran
8. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedih-antusias dsb)
9. Mengenal tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat
VI. SENI
A. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara
1. Anak bersenandung atau bernyanyi sambil mengerjakan sesuatu
2. Memainkan alat musik/instrumen/benda bersama teman
B. Tertarik dengan kegiatan seni
1. Menyanyikan lagu dengan sikap yang benar
2. Menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu
3. Bermain drama sederhana
4. Menggambar berbagai macam bentuk yang beragam
5. Melukis dengan berbagai cara dan objek
6. Membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan (kertas, plastisin, balok, dll)
[1] Muri, Yusuf, Asesmen
dan Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2015), hal. 48
[4] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), hal. 8
[5] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal. 28
[7]
Sunarto dan agung hartono, Perkembangan Peserta Didik, hal. 148
[8] Sunarto dan agung hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Rineka
Cipta, 2008), hal. 18
[9] Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hal. 112
[10] Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2009), hal. 9
[11] http://repository.ut.ac.id,
diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar