Minggu, 23 Desember 2018

ASESMEN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI


ASESMEN PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI

 
Tugas Kelompok Mata Kuliah Asesmen Perkembangan AUD
Oleh Kelompok 8 :

Novita Loka                 2015.02.021
Sohiba                         2015.02.033 

Dosen Pengampu:
Muharrohman, M. Pd.I

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI




SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN
AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2018-2019

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dunia pendidikan sudah pasti tidak terlepas dari proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar pun juga memiliki tolak ukur sendiri apakah pembelajaran berjalan dengan baik ataukah tidak. Setiap jenjang pendidikan memiliki penilaian yang berbeda-beda. Baik dari sisi lembaga maupun dari siswanya.
Hal di atas juga sama halnya dengan yang ada di pendidikan anak usia dini. Dalam PAUD setiap tahap usia memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Tahap perkembangan AUD juga merupakan salah satu proses yang akan dinilai. Sehingga, hasil dari proses perkembangan tersebut akan dinilai atau diasesmen sesuai dengan prosedurnya.
Anak usia dini memiliki enam aspek perkembangan, yakni nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, dan seni. Setiap aspek tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan individu si anak. apakah anak tersebut sudah berkembang sesuai harapan, ataukah perkembangannya belum muncul sama sekali. Untuk itulah manfaat dari asesmen perkembangan AUD.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai asesmen perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Untuk lebih lanjut mari kit abaca dan diskusikan bersama.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana asesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini?
2.      Bagaimana tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini?


C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui asesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini.
2.      Untuk mengetahui tahap perkembangan sosial emosional anak usia dini.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Asesmen
Asesmen sebagai upaya penyedia informasi untuk perbaikan mutu berkelanjutan, dan berkaitan dengan setiap komponen pendidikan.[1] Komponen asesmen ada tiga, yakni mengumpulkan dan mencatat atau merekam informasi tentang perkembangan anak, menginterpretasi dan mengevaluasi semua informasi yang diperolah.[2]
Asesmen digunakan untuk beragam tujuan, yakni[3]:
1.      Untuk mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual.
2.      Untuk mendiagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah belajar anak.
3.      Untuk memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak.
4.      Untuk membuat perencanaan program
5.      Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan anak.
6.      Untuk kajian penelitian.
Kata asesmen sama halnya dengan evaluasi. Yakni menilai dengan tujuan untuk memberikan umpan balik dan berguna untuk memperbaiki objek yang sedang diteliti atau dinilai.[4] Dalam mengasesmen dan mengevaluasi juga memiliki teknik yang sama. Teknik asesmen perkembangan anak usia dini ada banyak sekali contohnya ceklist, catatan anekdot, dan sebagainya. Sedangkan teknik evaluasi ada dua macam yakni tes dan non tes. Contohnya rating scale, ceklist, dan sebagainya. Hal ini tentunya dilakukan dengan tujuan di atas, yakni menjadikan umpan balik dari output yang ada. Hanya saja, asesmen bias dilakukan setiap saat. Sedangkan evaluasi dilakukan dalam kurun waktu tertentu.[5]
B.     Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini[6]
Perkembangan sosial dan emosi pada anak merupakan kondisi emosi dan kemampuan anak merespon lingkungannya di usia sebelumnya. Para ahli juga sepakat bahwa perkembangan sosial-emosional anak bertujuan untuk mengetahui bagaimana dirinya, bagaimana cara berhubungan dengan orang lain yaitu teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya. Bertanggung jawab akan diri sendiri maupun orang lain dan berperilaku sesuai dengan pro sosial.
Hurlock mengungkapkan bahwa perkembangan sosial merupakan kemampuan[7] berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial dan menjadi individu yang mampu bermasyarakat. Untuk menjalani kehidupan bermasyarakat diperlukan 3 proses yaitu:
1.       Belajar untuk bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima di dalam bermasyarakat.
2.       Belajar bagaimana memainkan peran sosial dalam bermasyarakat.
3.       Mengembangkan sikap dan tingkah laku terhadap individu lain dan aktivitas sosial bermasyarakat.
Setiap individu pada hakikatnya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan nonfisik yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, dan sebagainya.[8] Kehidupan seseorang pada umumya penuh dorongan dan minat untuk mencapai sesuatu. Perjalanan hidup masing-masing individu tentu berbeda-beda.
Keluarga memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian anak dalam perkembangannya. Ketika keluarga tersebut bersifat otoriter maka perkembangan sosial dan emosional anak juga akan berpengaruh. Contohnya, ketika disekolah anak suka menyendiri, ragu-ragu di dalam semua tindakan dan sebaginya. Hal ini tentu akan menghambat perkembangan sosial dan emosional anak. untuk itu, selain lingkungan bermain, kelarga juga merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perkembangan anak.[9]
C.    Asesmen Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Asesmen untuk anak usia dini sangatlah berbeda karakteristiknya dengan asesmen untuk anak berusia di atasnya. Strategi asesmen untuk anak usia dini harus sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perkembangan anak usia dini bersifat cepat sehingga dibutuhan suatu asesmen untuk melihat apakah anak berkembang secara wajar atauhkah tidak. Ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan.[10]
Dalam melakukan asesmen perlu adanya perencanaan. Adapun perencanaan dalam asesmen adalah sebagai berikut[11]:
1.      Menetapkan tujuan yang spesifik, bersifat reliable dan valid.
2.      Mempersiapkan berbagai sumber atau informasi yang beragam.
3.      Melibatkan keluarga dalam mendapatkan informasi anak.
4.      Fair dan sesuai dengan kebutuhan anak.
5.      Merencanakan asesmen yang otentik.

Banyak metode yang dilakukan dalam mengasesmen perkembangan sosial dan emosional anak, yakni sebagai berikut:
1.      Observasi
2.      Konferensi dengan para guru
3.      Survey
4.      Interview orang tua.
1.      Observasi
Contoh jenis hasil observasi:
Subjektif
Objektif
Kurang lengkap
Siti adalah seorang anak perempuan yang berusia 4 tahun yang ceria dan berambut panjang.
Siti adalah anak perempuan yang berusia 4 tahun keturunan Jambi.
Siti adalah seorang anak perempuan.

2.      Catatan anekdot.
Contohnya:
Pengamatan terhadap Ahmad
Perkembangan fisik
Pengamat/tanggal:
Keterangan pengamat:
Perkembangan sosial
Pengamat/tanggal:
Keterangan pengamat:
Perkembangan emosional
Pengamat/tanggal:

Keterangan pengamat:
Kreativitas
Pengamat/tanggal:
Keterangan pengamat:
Perkembangan bahasa:
Pengamat/tanggal:
Keterangan pengamat:
Penemuan dan pemikiran
Pengamat/tanggal:
Keterangan pengamat:


3.      Running record
Contohnya:
Nama anak : Aisyah
Tanggal: 11 November 2018
Lokasi: taman bermain
Waktu
kejadian
komentar
8.20
Aisyah memperhatikan teman-temannya main kejar-kejaran
Tertarik untuk ikut main kejar-kejaran dengan teman
8.25
Aisyah memanggil temannya Isa “Sedang main apa?” Isa menjawab, “sedang merebut bola. Aku tadi bias mengambil bola dibawa lari Siti” aku juga bias lari cepat.
Aisyah senang berlari cepat.

D.    Tahap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Adapun beberapa tahapan perkembangan sosial anak usia dini sesuai tingkatan usianya yaitu:

1.      Tahap 0-18 Bulan
Ini merupakan masa perkembangan awal, bayi memperlihatkan rasa aman dalam keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan. Untuk membangun dasar kepercayaan tersebut maka pemenuhan kebutuhan bayi perlu dilakukan secara teratur. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan terhadap makanan, kebersihan (mandi dan sebagainya). Di samping itu diperlukan juga cara-cara penanganan dalam merawat bayi.

2.      Tahap 18 Bulan Sampai 3 Tahun
Pada tahun pertama kehidupan manusia sangat penting bagi perkembangan anak. Anak mulai mengembangkan kemampuan motorik panca indra, visual dan auditori yang distimulasikan melalui lingkungan sekitarnya. Perkembangan sosial merupakan perkembangan tingkah laku pada anak dimana anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, perkembangan sosial merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah kelompok.
Pada tahapan ini juga akan timbul rasa percaya diikuti dengan perkembangan fisik, kognitif dan bahasa. Anak akan mulai bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya dan pada tahapan  ini juga mereka akan merasakan kebebasannya.
Pada tahapan ini biasanya anak akan mulai peka dengan sesuatu yang benar dan yang salah dan diperlihatkan dalam bentuk rasa malu. Andil orang tua sangat diperlukan dalam mengarahkan dan mengawasi perkembangan psikososial anak dalam tahapan ini. Kontrol yang terlalu ketat akan menyebabkan anak tidak berkembang sedangkan kontrol yang  terlalu longgar juga akan membuat anak kurang peka terhadap mana yang benar dan mana yang salah.
3.      Tahap 3-6 Tahun
Perkembangan sosial mulai agak kompleks ketika anak menginjak usia 3 tahun dimana anak mulai memasuki ranah pendidikan yang paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Pada masa ini anak belajar bersama teman-teman di luar rumah. Anak sudah mulai bermain bersama teman sebaya. Tahap ini bisa disebut juga dengan tahap belajar sosial melalui perkembangan kognitif.
Pada anak usia taman kanak-kanak (4-6 tahun) perkembangan sosial sudah mulai berjalan. Hal ini tampak dari kemampuan mereka dalam melakukan kegiatan secara berkelompok. Kegiatan bersama berbentuk seperti   sebuah permainan. Tanda-tanda perkembangan pada tahap ini adalah:
a.       Anak mulai mengetahui aturan-aturan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan bermain.
b.       Sedikit demi sedikit anak sudah mulai tunduk pada peraturan.
c.        Anak mulai mengetahui hak atau kepentingan orang lain.
d.       Anak mulai terbiasa bermain bersama anak-anak lain atau teman sebaya.
Emosi sebagai perasaan  timbul ketika seseorang berada dalam suatu keadaan yang dianggap penting oleh individu tersebut. Emosi diwakili oleh perilaku yang mengekspresikan kenyamanan atau ketidaknyamanan terhadap keadaan atau interaksi yang sedang dialami. Emosi dapat berbentuk rasa senang, takut, marah, dan sebagainya.
Karakteristik emosi pada anak berbeda dengan karakteristik yang terjadi pada orang dewasa, dimana karakteristik emosi pada anak itu antara lain:
a.       Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba.
b.       Terlihat lebih hebat atau kuat.
c.        Bersifat sementara atau dangkal.
d.       Lebih sering terjadi.
e.        Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.
f.        Reaksi mencerminkan individualitas.
Perkembangan emosi pada masa kanak-kanak awal ditandai dengan munculnya emosi yang disadari rasa bangga, malu, dan rasa bersalah, dimana munculnya emosi ini menunjukkan bahwa anak sudah mulai memahami dan menggunakan peraturan dan norma sosial untuk menilai perilaku mereka. Berikut penjelasan dari 3 emosi tersebut:
1.      Rasa bangga
Perasaan ini akan muncul ketika anak merasakan kesenangan setelah sukses melakukan perilaku tertentu. Rasa bangga sering digambarkan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu.
2.      Malu
Perasaan ini muncul ketika anak menganggap dirinya tidak mampu memenuhi standar atau target tertentu. Anak yang sedang malu sering kali berharap mereka bisa bersembunyi atau menghilang dari situasi tersebut. Secara fisik anak seolah ingin menghindar dari tatapan orang lain. Biasanya rasa malu lebih disebabkan oleh interpretasi individu terhadap kejadian tertentu.
3.      Rasa bersalah
Rasa ini akan muncul ketika anak menilai perilakunya sebagai sebuah kegagalan. Dan dalam mengekspresikan perasaan ini biasa anak terlihat seperti melakukan gerakan-gerakan tertentu seakan berusaha menggambarkan perasaan tersebut.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Asesmen perkembangan pada anak usia dini sangatlah berbeda dengan asesmen perkembangan pada anak yang berusia di atasnya. Karena, perkembangan pada anak usia 0-6 tahun memiliki karakteristik yang berbeda. Perkembangan pada anak usia dini juga mengalami perubahan yang cepat.
Dalam mengasesmen perkembangan anak usia dini khususnya perkembangan sosial dan emosionalnya, kita harus memiliki perencanaan yang matang. Adapun cara atau metode yang digunakan dalam mengasesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini bias dilakukan dengan berbagai cara, baik metode ceklist, catatan anekdot, observasi, survey dan sebagainya.

B.     Saran
Demikianlah makalah ini disusun. Penulis menyadari akan kekurangan dalam penulisan ini. Untuk itu, penulis mengharapkan supaya adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan dari makalah ini. Sehingga makalah ini akan menjadi sumber belajar yang tepat dalam mengasesmen perkembangan sosial emosional anak usia dini.



DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2007.  Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Daryanto. 2008.  Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto. 2012.  Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Desmita. 2009.  Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya

https://dosenpsikologi.com, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB

http://repository.ut.ac.id, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
Sunarto dan agung hartono. 2008.  Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta
Yusuf Muri. 2015.  Asesmen dan Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Kencana


LAMPIRAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DAN 5-6 TAHUN DAN PERTANYAAN SAAT DISKUSI BERSAMA

1.      Bagaimana mengatasi emosi anak ketika ia merasa bersalah dan sebagainya?
2.      Jelaskan asesmen perkembangan sosem anak!
3.      Metode apa yang paling tepat dan rinci ketika akan mengasesmen sosem anak?
Jawaban:
1.      Cara mengatasi emosi anak yang merasa bersalah akan sesuatu maka kita selaku orangtua dan guru hendaknya memotivasi si anak serta memberikan reward dan pujian ketika anak sudah mau melakukan sesuatu lagi. Karena anak sangat menyukai berbagai pujian baik kepadanya.
2.      Asesmen perkembangan sosem anak artinya penilaian perkembangan sosial emosional anak. dalam asesmen ini ada banyak sekali metode yang digunakan. Hanya saja, tergantung guru dari kelas itu sendiri ingin memakai metode apa, entah metode rating scale, catatan anekdot, catatan rekama, dan sebagainya.
3.      Ketika ingin mengasesmen secara menyeluruh atau sehari langsung diasesmen semua maka metode yang tepat adalah metode ceklist. Namun, untuk metode yang akan dilakukan ketika asesmen anak per individu dengan bergiliran metode yang tepat adalah metode running record atau catatan rekaman anak dari ia dating ke sekolah sampai pulang sekolah


PENCAPAIAN  ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA  4-5 TAHUN

NILAI AGAMA DAN MORAL






FISIK MOTORIK
A.Motorik kasar





1.   Mengetahui agama yang dianutnya.
2.   Meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar
3.   Mengucapkan doa sebelum dan/ atau sesudah melakukan sesuatu
4.   Mengenal perilaku baik/ sopan dan  buruk
5.   Membiasakan diri berperilaku baik
6.   Mengucap salam dan membalas salam

1.    Menirukan gerakan binatang, pohon yang tertiup angin , pesawat terbang, dsb
2.    Melakukan gerakan menggantung (bergelayut)
3.    Melakukan gerakan melompat, meloncat, dan berlari secara terkoordinasi
4.    Melempar sesuatu secara terarah
5.    Menangkap sesuatu secara tepat
6.    Melakukan gerakan antisipasi
7.    Menendang sesuatu secra terarah
8.    Memanfaatkan alat permainan diluar kelas
FISIK MOTORIK
B.Motorik halus










C.Kesehatan dan perilaku keselamatan








III KOGNITIF
A,Belaajar pemecahan masalah







1. Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/ kanan, miringkiri/kanan, dan lingkaran
2. Menjiplak bentuk
3. Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit
4. Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media 
5. Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media
6. Mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus (menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, memeras)
1. Berat badan sesuai tingkat usia
2. Tinggi badan sesuai tingkat usia
3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
5. Menggunakan toilet (penggunaan air, membersihkan diri) dengan bantuan minimal
6. Memahami berbagai alam bahaya (kebakaran, banjir, gempa)
7. Mengenal rambu lalu lintas yang ada di jalan

1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)
2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial
 3. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru
4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan
B.Berpikir Logis










c. Berpikir Simbolik
1. Mengklasifikasikan benda bersdasarkan fungsi, bentuk atau warna atau ukuran
2. Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan dirinya
 3. Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi
4. Mengenal pola (misal, AB-AB dan ABC-ABC) dan mengulanginya
5. Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau warna

1.    Membilang banyak benda satu sampai sepuluh
2.    Mengenal konsep bilangan
3.    Mengenal lambang bilangan
4.    Mengenal lambang huruf
IV
BERBAHA
SA
A.Memahami Bahasa






B.Mengungkapkan Bahasa












C.Keaksaraan









1. Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa lainnya)
2. Mengerti dua perintah yang diberikan secara bersamaan
 3. Memahami cerita yang dibacakan
4. Mengenal pembendaharaan kata mengenai kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek,dsb)
5. mendengarkan dan membedakan bunyi-bunyian dalam Bahasa Indonesia (contoh,bunyi, dan ucapan harus sama).

1. Mengulang kalimat sederhana
2. Bertanya dengan kalimat yang benar
3. Menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan
4. Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang, nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek,dsb)
5. Menyebutkan kata-kata yang dikenal
6. Mengutarakan pendapat kepada orang lain
7. Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diingkan atau ketidaksetujuan
8. menceritakan kembali cerita atau dongeng yang pernah didengar
9. Memperkaya pembendaharaan kata
10. Berpartisipasi dalam percakapan

1. Mengenal simbol-simbol
2. Mengenal suara-suara hewan/ benda yang berada disekitarnya
3. Membuat coretan yang bermakna
4. Meniru (menuliskan dan mengucapkan ) A-Z

Sosial emosional
A.Kesadaran diri





B. Rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain






C. Perilaku Prososial
1. Menunjukan sifat mandiri dalam memilih kegiatan
2. Mengendalikan perasaan
3. menunjukan rasa percaya diri
4. memahami peraturan dan disiplin
5. memiliki sifat gigih (tidak mudah menyerah)
6. Bangga terhadap hasil karya mandiri

1. Menjaga diri sendiri dari lingkungannya
2. menghargai keunggulan orang lain
3. Mau berbagi, menolong, dan membantu teman





1. Menunjukan antusiasme dalam melakukan permainan kompetitif secara positif
2. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan
3. Menghargai orang lain
4. Menunjukkan rasa empat

VI. Seni
A. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara




BTertarik dengan kegiatan seni

1. Senang mendengarkan berbagai macam musik atau lagu kesukaannya
2. Memainkan alat musik/instrumen/benda yang dapat membentuk irama yang teratur



1. Memilih jenis lagu yang disukai
2. Bernyannyi sendiri
3. Menggunakan imajinasi untuk mencerminkan perasaan dalam sebuah peran
4. Membedakan peran fantasi dan kenyataan
5. menggunakan dialog, perilaku, dan berbagai materi dalam menceritakan suatu cerita
6. Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi
7. Menggambarkan objek di sekitarnya
8. Membentuk berdasarkan objek yang dilihatnya (mis. Dengan plastisin, tanah liat)
9. Mendeskripsikan sesuatu (seperti binatang) dengan ekspresif yang berirama (contoh,anak menceritakan gajah dengan gerak dan mimik tertentu)
10. Mengkombinasikan berbagai warna ketika menggambar atau mewarnai.


STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK (STPPA) PAUD KURIKULUM 2013
PERMENDIKBUD NO 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI




TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN

I. NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL
1. Mengenal agama yang dianut
2. Mengerjakan ibadah
3. Berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, dsb
4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
5. Mengetahui hari besar agama
6. Menghormati (toleransi) agama orang lain

II. FISIK MOTORIK
A. Motorik Kasar
1. Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan
2. Melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
3. Melakukan permainan fisik dengan aturan
4. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri
5. Melakukan kegiatan kebersihan diri

B. Motorik Halus
1. Menggambar sesuai gagasannya
2. Meniru bentuk
3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar
5. Menggunting sesuai dengan pola
6. Menempel gambar dengan tepat
7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci

C. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan
1. Berat badan sesuai tingkat usia
2. Tinggi badan sesuai standar usia
3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
5. Menutup hidung dan mulut (misal, ketika batuk dan bersin)
6. Membersihkan, dan membereskan tempat bermain
7. Mengetahui situasi yang membahayakan diri
8. Memahami tata cara menyebrang
9. Mengenal kebiasaan buruk bagi kesehatan (rokok, minuman keras)

III. IIIKOGNITIF
A. Belajar dan Pemecahan Masalah
1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)
2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial
3. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru
4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan  masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan)

B. Berpikir Logis
1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran: “lebih dari”; “kurang dari”; dan “paling/ter”
2. Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ”ayo  kita bermain pura-pura seperti burung”)
3. Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
4. Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)
5. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)
6. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi
7. Mengenal pola ABCD-ABCD
8. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya

C. Berpikir Simbolik
1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10
2. Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung
3. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan
4. Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan
5. Merepresentasikan berbagai macam  benda dalam bentuk gambar atau tulisan (ada benda pensil yang diikuti tulisan dan gambar pensil)

IV. BAHASA
A. Memahami Bahasa
1. Mengerti beberapa perintah secara bersamaan
2. Mengulang kalimat yang lebih kompleks
3. Memahami aturan dalam suatu permainan
4. Senang dan menghargai bacaan

B. Mengungkapkan Bahasa
1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
2. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama
3. Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung
4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan)
5. Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain
6. Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan
7. Menunjukkkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita


C. Keaksaraan
1. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal
2. Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya
3. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama.
4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
5. Membaca nama sendiri
6. Menuliskan nama sendiri
7. Memahami arti kata dalam cerita

V. SOSIAL EMOSIONAL
A. Kesadaran Diri
1. Memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi
2. Memperlihatkan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal (menumbuhkan kepercayaan pada orang dewasa yang tepat)
3. Mengenal perasaan sendiri dan mengelolanya secara wajar (mengendalikan diri secara wajar)

B. Rasa Tanggungjawab Diri Sendiri dan Orang lain
1. Tahu akan hak nya
2. Mentaati aturan kelas (kegiatan, aturan)
3. Mengatur diri sendiri
4. Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri

C. Perilaku Prososial
1. Bermain dengan teman sebaya
2. Mengetahui perasaan temannya dan merespon secara wajar
3. Berbagi dengan orang lain
4. Menghargai hak/pendapat/karya orang lain
5. Menggunakan cara yang diterima secara sosial dalam menyelesaikan masalah (menggunakan fikiran untuk menyelesaikan masalah)
6. Bersikap kooperatif dengan teman
7. Menunjukkan sikap toleran
8. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedih-antusias dsb)
9. Mengenal tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat

VI. SENI
A. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara
1. Anak bersenandung atau bernyanyi sambil mengerjakan sesuatu
2. Memainkan alat musik/instrumen/benda bersama teman

B. Tertarik dengan kegiatan seni
1. Menyanyikan lagu dengan sikap yang benar
2. Menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu
3. Bermain drama sederhana
4. Menggambar berbagai macam bentuk yang beragam
5. Melukis dengan berbagai cara dan objek
6. Membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan (kertas, plastisin, balok, dll)



[1] Muri, Yusuf,  Asesmen dan Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2015), hal. 48
[2] http://repository.ut.ac.id, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
[3] http://repository.ut.ac.id, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
[4] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), hal. 8
[5] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal. 28
[6] https://dosenpsikologi.com, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB
[7] Sunarto dan agung hartono, Perkembangan Peserta Didik, hal. 148
[8] Sunarto dan agung hartono, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal. 18
[9] Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hal. 112
[10] Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), hal. 9
[11] http://repository.ut.ac.id, diakses pada 11 November 2018 pukul 10.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar