Senin, 31 Desember 2018

FUNGSI PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA


ILMU PENDIDIKAN
“FUNGSI PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA”


OLEH:
NOVITA LOKA: 2015.02.021

DOSEN PEMBIMBING: SUIB RIZAL, S.Pd.I





PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL  ATFHAL 
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QURAN AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017


DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................
A.    LATAR BELAKANG...............................................................
B.     RUMUSAN MASALAH...........................................................
C.     TUJUAN PENULISAN.............................................................
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................
A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN, PERKEMBANGAN,
 DAN MANUSIA......................................................................
1.      PENDIDIKAN
2.      PERKEMBANGAN
3.      MANUSIA
B.     HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENDIDIKAN
C.     FUNGSI PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN
B.     SARAN
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah salah satu hal yang mempengaruhi seseorang dalam berpikir. Ditinjau dari psikologi, intelegensi setiap orang itu berbeda-beda. Ada ang intelegensinya rendah, ada yang sedang-sedang saja, bahkan ada yang melebihi intelegensi rata-rata. Karena intelegensi itu sendiri dapat dipengaruhi dari pembawaan/nativisme dan juga dipengaruhi oleh lingkungannya. Intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan berbagai jenis masalah.
Salah satu tujuan dari pendidikan adalah untuk menjadikan seseorang itu lebih mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak benar. Juga sebagai alat untuk meningkatkan intelegensi seseorang. Pendidikan juga mempengaruhi keadaan zaman. Untuk itulah penulis akan membahas fungsi atau peranan pendidikan bagi perkembangan manusia.

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan maaslah dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan, perkembangan, dan manusia?
2.      Apa hubungan manusia dengan pendidikan?
3.      Apa fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia?

C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui maksud atau pengertian dari pendidikan, perkembangan, dan manusia.
2.      Untuk mengetahui hubungan manusia dengan pendidikan.
3.      Untuk mengetahui fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN, PERKEMBANGAN, DAN MANUSIA

Adapun pengertian pendidikan, perkembangan, dan manusia adalah sebagai berikut:
1.      PENDIDIKAN
Secara etimologi, pendidiakn berasal dari bahasa Yunani “paedagogie” yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak.[1] Dalam bahasa Indonesia pendidikan dengan kata dasar “didik”, yang mendapat awalan “pen” dan akhiran “kan” artinya hal atau cara mendidik. Kata pendidikan juga sering disebut “tarbiyah” dalam bahasa Arab, dan “education” dalam bahasa Inggris.
Secara epistemologi, Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dngan nilai-nilai yang ada  di dalam masyarakat dan kebudayaan.[2] Dalam hal lain, pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha untuk membangun kedewasaan seseorang.[3] Usaha pendidikan dapat terjadi di dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun di dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain pendidikan itu pun dapat diartikan sebagai suatu proses interaksi individu dengan lingkungan baik secara informal, nonformal ataupun secara formal menuju ke arah kedewasaan.
Mengapa? Karena dengan pendidikan seseorang akan mengetahui hal-hal yang benar dan itu akan membuatnya berpikir denagn apa yang ia lakukan selama ini. Dan menumbuhkan rasa kesadaran. Contohnya, ketika seseorang yang tidak mau beribadah kepada Allah SWT, namun ketika ia belajar tentang agama khususnya beeribadah kepada Allah SWT, maka ia akan sadar denagn sendirinya betapa selama ini ia melupakan tuhan yang menciptakannya. Dengan kesadaran inilah pendidikan mampu membuat seseorang menjadi lebih dewasa dalam melakukan segala sesuatu, khususnya yang berhubungan dengan hukum-hukum yang ada.
Pendidikan pada hakikatnya ialah memanusiakan manusia(humanisasi).[4] Artinya dengan pendidikan tidak ada lagi manusia yang tidak mengguanakan akalnya. Maksudnya dengan pendidikan, seseorang akan otomatis menggunakan akalnya untuk berpikir, tidak seperti binatang yang pada hakikatnya tidak mempunyai akal. Akan tetapi ia diberi oleh Allah SWT berupa insting.


Adapun fungsi pendidikan Islam menurut para ahli penidikan adalah sebagai berikut:

1.      Hasan Langgulung

a.       Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berhubungan erat dengan kelanjutan hidup masyarakat itu sendiri.
b.      Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkut dengan peranan tersebut dari generasi tua ke generasi muda.
c.       Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.[5]

2.      Bogardus

a.       Pendidikan berfungsi sebagai pemberantas kebodohan.
Maksudnya adalah melalui proses pendidikan seorang peserta didik akan diberi pelajaran mengenai cara belajar membaca dan menulis kemudian mengembangkan pengetahuan dan kemampuan intelektual. Ketika hal tersebut di atas diperoleh peserta didik, maka akan tercipta hasil budi, yang kemudian menghasilkan tindakan untuk memilih baik dan buruk serta memahami arti kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
b.      Menghilangkan salah pengertian
Melalui pendidikan akan menghilangkan kesalah pengertian, yang makudnya adalah pendidikan akan memberikan pemahaman bahwa selain kebudayaan yang dimliki dan berada dalam lingkungan suatu individu, terdapat kebudayaan lainnya. Jika seseorang memahami hal tersebut, maka akan mengerti hakikat hidup dalam bermasyarakat yang menghargai dan bersosial.
Dari uraian di atas, dapat disimpukan bahwa betapa pentingnya pendidikan guna menuju masyarakat, bangsa dan negara yang aman, damai, sejahtera dengan memiliki generasi-generasi yang cendikia. Dan dengan pendidikanlah pemerintah memberantas kebodohan yang ada dan dengan begitu kesalah pengertian tentang kebudayaan pun akan terminimalisir.

2.      PERKEMBANGAN
a.       Pengertian perkembangan
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Artinya perkembangan adalah suatu perubahan yang progresif dan terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati.[6]
b.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
1)      Aliran nativisme/pembawaan
Aliran ini merupakan faktor perkembangan dari sisi pembawaan seseorang. Anak memiliki warisan sifat-sifat bawaan yang berasal dari kedua orang tuanya, merupakan potensi tertentu yang sudah terbentuk dan sukar diubah.

2)      Aliran empirisme/lingkungan
Perkembangan manusia juga bisa dipengaruhi dari lingkungannya.  Lingkungan ini ada dua bagian yaitu abiotik dan biotik. Abiotik adalah lingkungan tak hidup. Seperti air, batu, hujan, tanah dan musim. Sedangkan biotik adalah lingkungan hidup seperti, manusia, hewan, dan lain-lain.

3)      Faktor diri sendiri
Faktor diri ini dapat dilihat dari emosi, motivasi, sikap dan sebagainya dari seseorang.[7]

3.      MANUSIA
a.       Pengertian manusia menurut bahasa
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).[8]

b.      Pengertian manusia menurut ahli
1)      Socrates
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki dua kaki, yang tidak berbulu, dan memiliki kuku datar berukuran lebar.

2)      Erbe Sentanu
Manusia adalah makhluk sebaik-baikya yang diciptakan oleh tuhan. Bahkan dapat dikatakan manusia merupakan ciptaan tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk ciptaan yang lainnya.

3)      Agung P.P
Manusia dapat diartikan sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungannya.[9]

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, manusia adalah makhluk yang memiliki dua kaki, tidak berbulu, dan memiliki kuku datar berukuran lebar, serta makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT secara sempurna, yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungannya.
c.       Hakikat manusia
Menurut bahasa, hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Jadi hakikat manusia itu adalah ciptaan Allah SWT.[10]

B.     HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENIDIDIKAN

Pendidikan dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimanapun manusia berada pasti akan membutuhkan pendidikan, hal ini disebabkan karena fungsi pendidikan adalah memanusiakan manusia, yaitu mengembangkan seluruh potensi yang ada ke arah yang lebih baik. Pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada manusia, baik manusia yang menjalankan pendidikan tersebut maupun manusia yang di didik.
Pada masa permulaan pendidikan, yang dilakukan adalah belajar membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi sesuai dengan tuntutan hidup manusia, maka tugas tersebut semakin bertambah dan meluas.
Orang-orang yang akan menempati posisi yang tinggi hanyalah mereka yang memiliki keimanan dan ilmu pengetahuan.[11] Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Mujadalah 58: 11, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantarau dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

C.    FUNGSI PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA
Adapun mengenai fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat menurut Wuraji (1988), bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi sosialisasi
Yaitu proses membantu perkembangan individu menjadi makhluk sosial, makhluk yang dapat beradaptasi dengan baik di masyarakat.

2.      Fungsi kontrol sosial
Pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat harus juga berfungsi sebagai lembaga pelayanan pendidikan untuk melakukan mekanisme kontrol sosial.

3.      Fungsi pelestarian budaya masyarakat
Di samping mempersatu kan budaya-budaya etnik yang beraneka ragam, juga harus melestarikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan seperti bahasa daerah, kesenian daerah, budi pekerti, dan suatu upaya mendayagunakan sumber daya lokal bagi kepentingan masyarakat.

4.      Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja
Dalam mencari tenaga kerja, tentunya dibutuhkan pendidikan yang kuat dalam diri seseorang tersebut. Maka di sinilah fungsi pendidikan, yakni sebagai latihan dan pengembangan tenaga kerja.

5.      Fungsi seleksi dan alokasi
Proses seleksi ini terjadi disegala bidang, baik ingin masuk sekolah, tingkat SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Semuanya dibutuhkan seleksi. Dan dengan pendidikan, seseorang mampu melalui seleksi tersebut.[12]

Adapun fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia adalah:
1.      Memberantas kebodohan
Dengan pendidikan, otomatis masalah kebodohan yang ada di Indonesia khususnya akan terpecahkan 
2.      Menghilangkan kesalah pengertian. Banyak orang yang tak berpendidikan sering berbicara tanpa berpikir lagi apa sebab akibat dari pembicaraannya tersebut.
3.      Turut andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan pada masyarakat mendatang. Pendidikan juga mampu memberikan corak dan arah kehidupan mendatang dengan mempelajari perubahan zaman dengan teknologinya.
4.      Sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
5.      Alat pembudayaan, maksudnya adalah dengan pendidikan, budaya-budaya yang mulai punah akan dikembangkan lagi karena pendidikan dengan cara belajar seni.
6.      Menyiapkan generasi yang cendikia, ketika generasi bangsa ini cendikia/pintar-pintar, maka mereka akan membawa harum nama bangsa dan negara ini. Dengan perkembangan iptek sekarang ini,[13] utamanya dalam bidang transportasi, telekomunikasi, informatika, genetika, biologi molekul serta bioteknologi, sangat mengesankan jika ada beberapa olimpiade dari hal-hal tersebut salah satu perwakilan Indonesia mampu mendapatkan medali. Hal inilah yang di maksud dengan cendikia.
7.      Transformasi budaya
8.      Mengurangi pengangguran[14]

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dngan nilai-nilai yang ada  di dalam masyarakat dan kebudayaan. Perkembangan adalah suatu perubahan yang progresif dan terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati. Manusia adalah makhluk yang memiliki dua kaki, tidak berbulu, dan memiliki kuku datar berukuran lebar, serta makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT secara sempurna, yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungannya.
Dimanapun manusia berada pasti akan membutuhkan pendidikan, hal ini disebabkan karena fungsi pendidikan adalah memanusiakan manusia, yaitu mengembangkan seluruh potensi yang ada ke arah yang lebih baik. Pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada manusia, baik manusia yang menjalankan pendidikan tersebut maupun manusia yang di didik. Adapun fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia adalah:
1.      Memberantas kebodohan
2.      Menghilangkan kesalah pengertian
3.      Turut andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan pada masyarakat mendatang.
4.      Sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
5.      Alat pembudayaan
6.      Menyiapkan generasi yang cendikia
7.      Transformasi budaya
8.      Mengurangi pengangguran

B.     SARAN
Demikianlah makalah ini penulis susun. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, karena penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam susunan makalah ini. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’anul Kariim
Dinn Wahyudin. 2007. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Umar Tirtahardja . 2013. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Zainuddin Alavi. 2003. Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan Pertengahan. Bandung: Angkasa
https://abdulaiz96.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:39 WIB
http://www.arimardana.blog.fisip.uns.ac.id, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:34 WIB

http://www.kamusq.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
http://www.kancahkreatif.blogspot.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:20 WIB
http://www.makalahskripsi.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:30 WIB
http://notezone13.blogspot.com, diakses pada 15 Oktoberr 2016 pukul 15:00 WIB
http://www.pengertiandefinisi.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:28 WIB

http://www.rumahbangsa.net, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
http://yennyfarikha.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 15:10 WIB


[1] http://kancahkreatif.blogspot.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:00 WIB
[2] http://www.rumahbangsa.net, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
[3] http://yennifarikha.wordpress.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:10 WIB
[4] Dinn Wahyudin, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007, hal, 1.1
[5] http://www.kancahkreatif.blogspot.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:20 WIB
[6] http://www.kamusq.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
[7] http://www.makalahskripsi.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:30 WIB
[8] https://abdulaiz96.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:39 WIB
[9] http://www.pengertiandefinisi.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:28 WIB
[10] http://www.arimardana.blog.fisip.uns.ac.id, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:34 WIB
[11]Zainuddin Alavi, Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan Pertengahan, Bandung: Angkasa, 2003,  hal, 18
[12] http://notezone13.blogspot.com, diakses pada 15 Oktoberr 2016 pukul 15:00 WIB
[13] Umar Tirtahardja, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2013, hal, 135
[14] http://yennyfarikha.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 15:10 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar