ILMU PENDIDIKAN
“FUNGSI PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA”
OLEH:
NOVITA LOKA: 2015.02.021
DOSEN PEMBIMBING: SUIB RIZAL, S.Pd.I
PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL
ATFHAL
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QURAN AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................
A.
LATAR
BELAKANG...............................................................
B.
RUMUSAN
MASALAH...........................................................
C.
TUJUAN
PENULISAN.............................................................
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................
A.
PENGERTIAN
PENDIDIKAN, PERKEMBANGAN,
DAN MANUSIA......................................................................
1.
PENDIDIKAN
2.
PERKEMBANGAN
3.
MANUSIA
B.
HUBUNGAN
MANUSIA DENGAN PENDIDIKAN
C.
FUNGSI
PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN
B.
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pendidikan adalah salah satu hal yang mempengaruhi seseorang dalam
berpikir. Ditinjau dari psikologi, intelegensi setiap orang itu berbeda-beda.
Ada ang intelegensinya rendah, ada yang sedang-sedang saja, bahkan ada yang
melebihi intelegensi rata-rata. Karena intelegensi itu sendiri dapat
dipengaruhi dari pembawaan/nativisme dan juga dipengaruhi oleh lingkungannya.
Intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan berbagai jenis masalah.
Salah satu tujuan dari pendidikan adalah untuk menjadikan seseorang
itu lebih mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak benar. Juga sebagai alat
untuk meningkatkan intelegensi seseorang. Pendidikan juga mempengaruhi keadaan
zaman. Untuk itulah penulis akan membahas fungsi atau peranan pendidikan bagi
perkembangan manusia.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Adapun rumusan maaslah dari penulisan makalah ini adalah:
1.
Apa
yang dimaksud dengan pendidikan, perkembangan, dan manusia?
2.
Apa
hubungan manusia dengan pendidikan?
3.
Apa
fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia?
C.
TUJUAN
PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui maksud atau pengertian dari pendidikan, perkembangan, dan manusia.
2.
Untuk
mengetahui hubungan manusia dengan pendidikan.
3.
Untuk
mengetahui fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
PENDIDIKAN, PERKEMBANGAN, DAN MANUSIA
Adapun pengertian pendidikan, perkembangan, dan manusia adalah
sebagai berikut:
1.
PENDIDIKAN
Secara etimologi, pendidiakn berasal dari bahasa Yunani “paedagogie”
yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak.[1]
Dalam bahasa Indonesia pendidikan dengan kata dasar “didik”, yang mendapat
awalan “pen” dan akhiran “kan” artinya hal atau cara mendidik. Kata pendidikan
juga sering disebut “tarbiyah” dalam bahasa Arab, dan “education”
dalam bahasa Inggris.
Secara
epistemologi, Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dngan
nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat
dan kebudayaan.[2]
Dalam hal lain, pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha untuk membangun
kedewasaan seseorang.[3] Usaha
pendidikan dapat terjadi di dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun di
dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain pendidikan itu pun dapat
diartikan sebagai suatu proses interaksi individu dengan lingkungan baik secara
informal, nonformal ataupun secara formal menuju ke arah kedewasaan.
Mengapa?
Karena dengan pendidikan seseorang akan mengetahui hal-hal yang benar dan itu
akan membuatnya berpikir denagn apa yang ia lakukan selama ini. Dan menumbuhkan
rasa kesadaran. Contohnya, ketika seseorang yang tidak mau beribadah kepada
Allah SWT, namun ketika ia belajar tentang agama khususnya beeribadah kepada
Allah SWT, maka ia akan sadar denagn sendirinya betapa selama ini ia melupakan
tuhan yang menciptakannya. Dengan kesadaran inilah pendidikan mampu membuat
seseorang menjadi lebih dewasa dalam melakukan segala sesuatu, khususnya yang
berhubungan dengan hukum-hukum yang ada.
Pendidikan
pada hakikatnya ialah memanusiakan manusia(humanisasi).[4] Artinya
dengan pendidikan tidak ada lagi manusia yang tidak mengguanakan akalnya.
Maksudnya dengan pendidikan, seseorang akan otomatis menggunakan akalnya untuk
berpikir, tidak seperti binatang yang pada hakikatnya tidak mempunyai akal.
Akan tetapi ia diberi oleh Allah SWT berupa insting.
Adapun
fungsi pendidikan Islam menurut para ahli penidikan adalah sebagai berikut:
1.
Hasan
Langgulung
a.
Menyiapkan
generasi muda untuk memegang peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang
akan datang. Peranan ini berhubungan erat dengan kelanjutan hidup masyarakat
itu sendiri.
b.
Memindahkan
ilmu pengetahuan yang bersangkut dengan peranan tersebut dari generasi tua ke
generasi muda.
c.
Memindahkan
nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang
menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.[5]
2.
Bogardus
a.
Pendidikan
berfungsi sebagai pemberantas kebodohan.
Maksudnya
adalah melalui proses pendidikan seorang peserta didik akan diberi pelajaran
mengenai cara belajar membaca dan menulis kemudian mengembangkan pengetahuan
dan kemampuan intelektual. Ketika hal tersebut di atas diperoleh peserta didik,
maka akan tercipta hasil budi, yang kemudian menghasilkan tindakan untuk
memilih baik dan buruk serta memahami arti kehidupan baik di dunia maupun di
akhirat.
b.
Menghilangkan
salah pengertian
Melalui
pendidikan akan menghilangkan kesalah pengertian, yang makudnya adalah
pendidikan akan memberikan pemahaman bahwa selain kebudayaan yang dimliki dan
berada dalam lingkungan suatu individu, terdapat kebudayaan lainnya. Jika
seseorang memahami hal tersebut, maka akan mengerti hakikat hidup dalam
bermasyarakat yang menghargai dan bersosial.
Dari uraian di atas, dapat disimpukan bahwa betapa pentingnya
pendidikan guna menuju masyarakat, bangsa dan negara yang aman, damai,
sejahtera dengan memiliki generasi-generasi yang cendikia. Dan dengan
pendidikanlah pemerintah memberantas kebodohan yang ada dan dengan begitu
kesalah pengertian tentang kebudayaan pun akan terminimalisir.
2.
PERKEMBANGAN
a.
Pengertian
perkembangan
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada
tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru
membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Artinya perkembangan
adalah suatu perubahan yang progresif dan terus-menerus dalam diri organisme
sejak lahir hingga mati.[6]
b.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan
1)
Aliran
nativisme/pembawaan
Aliran
ini merupakan faktor perkembangan dari sisi pembawaan seseorang. Anak memiliki
warisan sifat-sifat bawaan yang berasal dari kedua orang tuanya, merupakan
potensi tertentu yang sudah terbentuk dan sukar diubah.
2)
Aliran
empirisme/lingkungan
Perkembangan
manusia juga bisa dipengaruhi dari lingkungannya. Lingkungan ini ada dua bagian yaitu abiotik
dan biotik. Abiotik adalah lingkungan tak hidup. Seperti air, batu, hujan,
tanah dan musim. Sedangkan biotik adalah lingkungan hidup seperti, manusia,
hewan, dan lain-lain.
3)
Faktor
diri sendiri
Faktor
diri ini dapat dilihat dari emosi, motivasi, sikap dan sebagainya dari
seseorang.[7]
3.
MANUSIA
a.
Pengertian
manusia menurut bahasa
Secara bahasa
manusia berasal dari kata “manu” (sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain).[8]
b.
Pengertian
manusia menurut ahli
1)
Socrates
Manusia
adalah makhluk hidup yang memiliki dua kaki, yang tidak berbulu, dan memiliki
kuku datar berukuran lebar.
2)
Erbe
Sentanu
Manusia
adalah makhluk sebaik-baikya yang diciptakan oleh tuhan. Bahkan dapat dikatakan
manusia merupakan ciptaan tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan
makhluk ciptaan yang lainnya.
3)
Agung
P.P
Manusia dapat
diartikan sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, yang tersusun
atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang
sesuai dengan lingkungannya.[9]
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, manusia adalah
makhluk yang memiliki dua kaki, tidak berbulu, dan memiliki kuku datar
berukuran lebar, serta makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT secara sempurna,
yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan
berkembang sesuai dengan lingkungannya.
c.
Hakikat
manusia
Menurut
bahasa, hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal
segala sesuatu. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan
oleh Allah SWT. Jadi hakikat manusia itu adalah ciptaan Allah SWT.[10]
B.
HUBUNGAN
MANUSIA DENGAN PENIDIDIKAN
Pendidikan dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimanapun
manusia berada pasti akan membutuhkan pendidikan, hal ini disebabkan karena
fungsi pendidikan adalah memanusiakan manusia, yaitu mengembangkan seluruh
potensi yang ada ke arah yang lebih baik. Pendidikan tidak akan berjalan jika
tidak ada manusia, baik manusia yang menjalankan pendidikan tersebut maupun
manusia yang di didik.
Pada masa permulaan pendidikan, yang dilakukan adalah belajar
membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi sesuai dengan tuntutan hidup
manusia, maka tugas tersebut semakin bertambah dan meluas.
Orang-orang yang akan menempati posisi yang tinggi hanyalah mereka
yang memiliki keimanan dan ilmu pengetahuan.[11]
Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Mujadalah 58: 11, yang artinya, “Hai
orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “berlapang-lapanglah
dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaa
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantarau dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.”
C.
FUNGSI
PENDIDIKAN BAGI PERKEMBANGAN MANUSIA
Adapun mengenai fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat menurut
Wuraji (1988), bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai
fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.
Fungsi
sosialisasi
Yaitu
proses membantu perkembangan individu menjadi makhluk sosial, makhluk yang
dapat beradaptasi dengan baik di masyarakat.
2.
Fungsi
kontrol sosial
Pendidikan
dalam menanamkan nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional
masyarakat harus juga berfungsi sebagai lembaga pelayanan pendidikan untuk
melakukan mekanisme kontrol sosial.
3.
Fungsi
pelestarian budaya masyarakat
Di
samping mempersatu kan budaya-budaya etnik yang beraneka ragam, juga harus
melestarikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan seperti
bahasa daerah, kesenian daerah, budi pekerti, dan suatu upaya mendayagunakan
sumber daya lokal bagi kepentingan masyarakat.
4.
Fungsi
latihan dan pengembangan tenaga kerja
Dalam
mencari tenaga kerja, tentunya dibutuhkan pendidikan yang kuat dalam diri
seseorang tersebut. Maka di sinilah fungsi pendidikan, yakni sebagai latihan
dan pengembangan tenaga kerja.
5.
Fungsi
seleksi dan alokasi
Proses
seleksi ini terjadi disegala bidang, baik ingin masuk sekolah, tingkat SMP,
SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Semuanya dibutuhkan seleksi. Dan dengan
pendidikan, seseorang mampu melalui seleksi tersebut.[12]
Adapun
fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia adalah:
1.
Memberantas
kebodohan
Dengan
pendidikan, otomatis masalah kebodohan yang ada di Indonesia khususnya akan
terpecahkan
2.
Menghilangkan
kesalah pengertian. Banyak orang yang tak berpendidikan sering berbicara tanpa
berpikir lagi apa sebab akibat dari pembicaraannya tersebut.
3.
Turut
andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan pada masyarakat mendatang.
Pendidikan juga mampu memberikan corak dan arah kehidupan mendatang dengan
mempelajari perubahan zaman dengan teknologinya.
4.
Sistem
untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
5.
Alat
pembudayaan, maksudnya adalah dengan pendidikan, budaya-budaya yang mulai punah
akan dikembangkan lagi karena pendidikan dengan cara belajar seni.
6.
Menyiapkan
generasi yang cendikia, ketika generasi bangsa ini cendikia/pintar-pintar, maka
mereka akan membawa harum nama bangsa dan negara ini. Dengan perkembangan iptek
sekarang ini,[13]
utamanya dalam bidang transportasi, telekomunikasi, informatika, genetika,
biologi molekul serta bioteknologi, sangat mengesankan jika ada beberapa
olimpiade dari hal-hal tersebut salah satu perwakilan Indonesia mampu
mendapatkan medali. Hal inilah yang di maksud dengan cendikia.
7.
Transformasi
budaya
8.
Mengurangi
pengangguran[14]
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan
potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dngan nilai-nilai
yang ada di dalam masyarakat dan
kebudayaan. Perkembangan adalah suatu perubahan yang progresif dan
terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir hingga mati. Manusia adalah
makhluk yang memiliki dua kaki, tidak berbulu, dan memiliki kuku datar
berukuran lebar, serta makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT secara sempurna,
yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh/jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan
berkembang sesuai dengan lingkungannya.
Dimanapun manusia berada pasti akan membutuhkan pendidikan, hal ini
disebabkan karena fungsi pendidikan adalah memanusiakan manusia, yaitu
mengembangkan seluruh potensi yang ada ke arah yang lebih baik. Pendidikan
tidak akan berjalan jika tidak ada manusia, baik manusia yang menjalankan
pendidikan tersebut maupun manusia yang di didik. Adapun fungsi pendidikan bagi
perkembangan manusia adalah:
1.
Memberantas
kebodohan
2.
Menghilangkan
kesalah pengertian
3.
Turut
andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan pada masyarakat mendatang.
4.
Sistem
untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
5.
Alat
pembudayaan
6.
Menyiapkan
generasi yang cendikia
7.
Transformasi
budaya
8.
Mengurangi
pengangguran
B.
SARAN
Demikianlah makalah ini penulis susun. Penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca, karena penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam
susunan makalah ini. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul
Kariim
Dinn Wahyudin. 2007. Pengantar
Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Umar Tirtahardja . 2013. Pengantar
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Zainuddin Alavi. 2003. Pemikiran
Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan Pertengahan. Bandung: Angkasa
https://abdulaiz96.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:39 WIB
http://www.arimardana.blog.fisip.uns.ac.id, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:34 WIB
http://www.kamusq.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
http://www.kancahkreatif.blogspot.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:20 WIB
http://www.makalahskripsi.com, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:30 WIB
http://notezone13.blogspot.com, diakses pada 15 Oktoberr 2016 pukul 15:00 WIB
http://www.pengertiandefinisi.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:28 WIB
http://www.rumahbangsa.net, diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
http://yennyfarikha.wordpress.com, diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 15:10 WIB
[1] http://kancahkreatif.blogspot.com,
diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:00 WIB
[2] http://www.rumahbangsa.net,
diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
[3] http://yennifarikha.wordpress.com,
diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 13:10 WIB
[4] Dinn Wahyudin, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Universitas
Terbuka, 2007, hal, 1.1
[5] http://www.kancahkreatif.blogspot.com,
diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:20 WIB
[6] http://www.kamusq.com, diakses
pada 16 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB
[7] http://www.makalahskripsi.com,
diakses pada 15 Oktober 2016 pukul 14:30 WIB
[8] https://abdulaiz96.wordpress.com,
diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:39 WIB
[9] http://www.pengertiandefinisi.com,
diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:28 WIB
[10] http://www.arimardana.blog.fisip.uns.ac.id,
diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 19:34 WIB
[11]Zainuddin Alavi, Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan
Pertengahan, Bandung: Angkasa, 2003,
hal, 18
[12] http://notezone13.blogspot.com,
diakses pada 15 Oktoberr 2016 pukul 15:00 WIB
[13] Umar Tirtahardja, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta,
2013, hal, 135
[14] http://yennyfarikha.wordpress.com,
diakses pada 16 Oktober 2016 pukul 15:10 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar